Batik Garutan : Mahakarya Tanah Pangirutan

Batik Garutan, Mahakarya Tanah Pangirutan

Batik Garutan, Mahakarya Tanah Pangirutan

Batik Garutan : Mahakarya Tanah Pangirutan
Oleh : @baniidham

Garut pangirutan tidak hanya terkenal karena pemandangannya yang eksotis, tetapi juga karena berbagai kerajinan tangan hasil olahan masyarakatnya, salah satunya yaitu Batik Garutan.

Zaman dahulu kala, pemerintah Belanda membangun jalur kereta api ke wilayah selatan pulau jawa, termasuk membangun stasiun Cibatu Garut bertujuan untuk mengangkut hasil perkebunan tanah pasundan yang melimpah. Garut juga pernah menjadi wilayah penting sebagai pemasok logistik angkatan perang Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung dalam penyerangan ke Banten dan Batavia yang saat itu dikuasai VOC. Diduga pada masa inilah tradisi membatik di bumi pangirutan dimulai.
Berdasarkan cara pembuatannya, batik garutan terbagi menjadi empat jenis yaitu batik tulis, batik cap, batik kombinasi tulis dan cap, dan batik lukis. Apabila batik tulis menggunakan canting pada proses penempelan lilinnya, maka pada proses pembuatan batik cap digunakan cap batik yang terbuat dari tembaga. Sedangkan batik kombinasi tulis dan cap memadukan canting dan cap batik pada proses pembuatannya. Adapun pada pengerjaan batik lukis, batik ini menggunakan kuas dan alat-alat lukis lainnya dengan tetap menggunakan lilin sebagai media perintang warnanya.

Proses pembuatan Batik Garutan sendiri terdiri dari beberapa tahap. Secara singkat, proses ini meliputi pembutan pola pada kain untuk kemudian dibubuhi lilin (nyanting) dan proses pewarnaan. Kedua proses ini dilakukan secara iteratif sampai didapatkan motif beserta warna yang dikehendaki. Kemudian dilakukan proses penembokan menggunakan lilin untuk menutup bagian-bagian motif yang telah diberi warna agar tidak tertimpa oleh warna-warna berikutnya. Dan yang terakhir adalah “melorod”, yaitu proses dalam menghilangkan lilin yang menempel pada kain. Keterampilan ini dipelajari para pengrajin batik garutan bersumber pada tata nilai dan sistem pengetahuan budaya lokal yang diwariskan secara turun temurun, oleh karenanya batik menjadi bagian dari kekayaan warisan budaya.

Warna khas kain batik garutan adalah warna gumading (kuning gading) dan warna-warna cerah seperti merah, biru, hijau, cokelat kekuningan. Sedangkan motif batik garutan banyak yang berinspirasikan dunia flora dan fauna alam sekitar seperti merak ngibing, bulu hayam, lancah, buku awi, dan lain sebagainya. Selain itu, ragam bentuk motif Garutan ini juga merupakan cerminan kehidupan sosial-budaya masyarakat sunda.

Saat ini, perkembangan teknologi telah menawarkan pembuatan berbagai barang yang serba instan, seperti halnya teknik printing batik. Memang sangat dilematis ketika pelestarian suatu budaya kontradiktif dengan kemajuan teknologi. Meskipun bila dilihat dari sisi fungsi dan kegunaan, kain batik dan tekstil bermotif batik tidak ada bedanya dan keduanya sangat potensial untuk dikembangkan sehingga dapat menambah pundi-pundi ekonomi masyarakat lokal. Pertanyaan terpenting sekarang adalah, bagaimana kita menghadapi berbagai isu tersebut. Dimanakah peran kita sebagai generasi muda dalam memelihara warisan budaya ini. Pengakuan UNESCO akan batik ini sifatnya sementara, bisa saja mereka mencabutnya kembali apabila kita tidak bisa memelihara kekayaan budaya negeri kita ini.

Inti dari tulisan saya ini adalah bahwa sudah sepantasnya kita, generasi muda, memiliki rasa cinta terhadap batik ini mulai dari diri kita sendiri sebelum mengenalkan batik ini kepada orang lain. Kemudian setelah itu barulah kita dapat mengenalkannya kepada orang lain dengan pengemasan cerita yang lebih menarik, yang sesuai dengan citra dan keinginan anak muda.

When you love batik then you love Indonesia.

***

Dukung terus Jelajah Garut melalui usaha-usaha kecil yang kita jalankan:

Jelajah Garut Merchandise | Jelajah Garut Tour Organizer | Jelajah Garut Outdoor Gear Rental

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This