Rute Kesepuluh Jelajah Garut Tahun 1924

Kampung Pasanggrahan, Cilawu – kampung Ciharashas – kampung Cileungsing – menyeberang sungai Cisaat dan Cipeujeuh – kampung Munjul – jalan raya.

Rute Kesepuluh Jelajah Garut Tahun 1924

Rute Kesepuluh Jelajah Garut Tahun 1924

Rute Kesepuluh Jelajah Garut Tahun 1924

Rute jalan tembus dari Cilawu ke Munjul adalah salah satu favorit para pengayuh sepeda. Jalan yang relatif tenang, melewati perkampungan penduduk yang ramah, serta trek bergelombang yang menantang, adalah beberapa alasan untuk menjajal rute ini. Selain itu, rute ini juga berada tepat di kaki Gunung Cikuray sehingga lebih sejuk disertai dengan aliran-aliran sungai kecil dari Sungai Cisaat dan Cipeujeuh.

Sungai-sungai ini dulu sangat bersih, hingga seringkali digunakan untuk mandi. Sekarang sungai ini sudah agak keruh, tercampur dengan material tanah dan lumpur yang terbawa dari daerah hulu di lereng Gunung Cikuray yang kini gundul berubah menjadi ladang.

Rute Kesepuluh Jelajah Garut Tahun 1924

Rute Kesepuluh Jelajah Garut Tahun 1924

Sepertinya sungai-sungai ini juga yang menjadi daya tarik rute ini di zaman kolonial dulu. Mungkin perkampungan dulu tidak sepadat seperti saat ini, tapi bahkan saat ini pun perkampungan yang terlewati di rute ini tidak bisa disebut padat jika dibandingkan dengan kepadatan di Garut Kota atau Tarogong. Terlebih dengan pemandangan yang indah, rute ini dapat dengan mudah menjadi favorit wong Londo dahulu. Bahkan untuk beberapa orang, rute ini masih menjadi favorit untuk sekedar jalan-jalan bersepeda, sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa.

Selain itu, titik awal pendakian juga dekat dengan Ngamplang. Dulu ada Sanatorium Ngamplang di sana, sehingga para penghuni Sanatorium dapat mencoba rute ini untuk sekedar refreshing. Saat ini, kalian masih bisa menikmati panorama alam di Ngamplang, terutama di Lapangan Golf-nya.

Dari Jalan Raya Cilawu (dulu Mangoenredja), rute ini berakhir di Munjul di Jalan raya yang mengarah ke Bayongbong. Dari akhir perjalanan ini, kalian bisa memacu sepeda kalian di jalan daerah Sanding yang menurun, kembali menuju Garut Kota.

***

|| JGTours || JGMerch || JGRental ||

***

Rute Kesepuluh Jelajah Garut Tahun 1924
Jelajah Garut, 2016

Sumber:

Eenige Wandelingen in de Omstreken van Garoet Behoorende bij de Wandelkaart, Java Vereeniging Toeristenverkeer

naratasgaroet.wordpress.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This