Pandu Lingkungan : Upaya Mengurangi Resiko Kebakaran Hutan di Kabupaten Garut

oleh: Jelajah Garut

Para Peserta Pandu Lingkungan

Setelah sukses dengan acara Jambore Konservasi bulan Juli yang lalu, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) – Garut kembali menyelenggarakan sebuah acara. Acara kali ini bertajuk “Pandu Lingkungan” dengan fokus kegiatan untuk mengurangi resiko kebakaran hutan di Kabupaten Garut. Dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, 7-8 November 2015, di kawasan Arboretum Cibeureum, Kamojang.

Acara ini terdari dari workshop yang diisi langsung oleh perwakilan dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Garut, Perum Perhutani, dan Dinas Kehutanan Kabupaten Garut, serta simulasi penanganan kebakaran hutan yang dipandu oleh perwakilan dari Pertamina. Acara workshop dilaksanakan di area Arboretum Cibeureum, Kamojang. Sementara simulasi pemadaman kebakaran hutan dilaksanakan di area Camping Ground Cibeureum, yang merupakan kawasan dari Perum Perhutani.

Peserta acara ini kebanyakan berasal dari organisasi-organisasi Pecinta Alam lokal, serta kader-kader konservasi. Mayoritas dari peserta ini juga mengikuti acara FK3I sebelumnya, yaitu Jambore Konservasi Pecinta Alam Garut pada bulan juli yang lalu.

Tujuan dari acara ini adalah untuk membentuk jaringan koordinasi yang lebih cepat dan efisien ketika terjadi kebakaran hutan. Hal ini juga yang menjadi hasil evaluasi dari upaya pemadaman kebakaran di Gunung Papandayan beberapa waktu yang lalu, dimana koordinasi antar relawan menjadi salah satu hasil evaluasi yang paling penting. Peserta yang nantinya mendapat gelar sebagai Pandu Lingkungan tidak akan bingung untuk melakukan koordinasi ketika terjadi kebakaran hutan. Para peserta ini juga dibekali ilmu dan teknik-teknik penanganan kebakaran hutan melalui simulasi.

Simulasi pemadaman kebakaran hutan di kegiatan Pandu Lingkungan

Simulasi penanganan kebakaran hutan ini dilakukan dengan berbagai kondisi. Yaitu ketika dimungkinkan adanya peralatan seperti apar, ketika dimungkinkan adanya air, dan ketika pemadaman harus dilakukan dengan peralatan seadanya, seperti dengan karung goni, cangkul, atau hanya dengan ranting. Selain itu, peserta juga diberi pemahaman dan keterampilan untuk membuat sekat bakar.

Selain penanganan kebakaran Hutan, para Pandu Lingkungan ini juga diharapkan menjadi agen pencegahan kebakaran hutan. Melalui workshop, diketahui bahwa mayoritas kebakaran hutan terjadi karena ulah jahil atau kelalaian manusia. Para Pandu Lingkungan ini diharapkan dapat menyebarkan kampanye pencegahan kebakaran hutan, khususnya di Kabupaten Garut.

Kebakaran hutan memang dapat dihindari dengan upaya-upaya preventif dan tindakan yang responsif ketika muncul titik api. Semoga dengan adanya semangat-semangat para Pandu Lingkungan ini, bencana kebakaran hutan yang melanda hampir seluruh kawasan Indonesia, khususnya di daerah Kabupaten Garut, tidak terjadi lagi.

***

 

tim FK3I dan Pertamina, Penyelenggara kegiatan Pandu Lingkungan

Instruktur dari Pertamina pada simulasi pemadaman kebakaran hutan pada kegiatan Pandu Lingkungan

FK3I, Penyelenggara kegiatan Pandu Lingkungan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This