Wisata Edukasi Garut: Potensi Pariwisata Yang Belum Tergali

Wisata alam dan budaya di Garut dapat juga dimanfaatkan secara positif sebagai wisata edukasi.

Salah besar apabila berpendapat bahwa sektor pariwisata Garut itu sulit dikembangkan dan sulit menyerap lapangan kerja. Nyatanya, potensi-potensi pariwisata Garut yang ada sama sekali belum dioptimalkan pembangunannya, maupun pemasarannya. Salah satu potensi yang belum dimaksimalkan adalah Wisata Edukasi Garut.

Memang, Garut memiliki banyak potensi alam, budaya, dan sejarah yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan wisata. Tapi dibalik itu, ada pelajaran dan wawasan berharga yang juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi. Beberapa sekolah di Garut telah melakukan kegiatan edukasi di lapangan dengan mengunjungi destinasi-destinasi seperti Kebun Hidroponik, Pusat Pengembangan Hortikultura, atau melakukan Perkemahan Jum’at Sabtu Minggu (Perjusami). Kebanyakan sekolah ini merupakan sekolah yang telah sadar dengan pentingnya kegiatan di luar kelas, yaitu membawa peserta didik untuk bertemu langsung dengan objek-objek kajian yang nyata. Namun demikian, di Garut sendiri jumlah sekolah ini masih sedikit, dan lebih banyak sekolah yang melakukan karya wisata ke luar Garut.

Di luar Garut sendiri, potensi pasar Wisata Edukasi sebenarnya sangatlah besar. Banyak sekolah-sekolah yang memang mencari destinasi-destinasi karya wisata yang tidak hanya tentang bermain, tapi juga sarat dengan nilai wawasan pengetahuan dan sumber inspirasi bagi siswanya. Di Garut, destinasi-destinasi potensial untuk wisata edukasi ini tidak terhitung banyaknya. Pasar wisata edukasi dan potensi wisata edukasi yang besar ini harus bisa dioptimalkan oleh para penyedia jasa wisata di Garut.

Oleh karena itu, melalui artikel ini tim Jelajah Garut ingin memetakan potensi destinasi Wisata Edukasi Garut. Berikut adalah hasil kajian tim Jelajah Garut.

Wisata Edukasi Garut

Edukasi Konservasi dan Lingkungan

Wisata Edukasi Garut: Edukasi Konservasi dan Lingkungan

Lebih dari 80% wilayah Garut merupakan kawasan lindung. Salah satu pemanfaatan kawasan lindung adalah dengan pariwisata, terutama wisata edukasi. Rencana pemerintah untuk menguurangi angka ini dari 80% menjadi 50% sebenarnya terlalu terburu-buru, karena pemerintah dan para penyedia jasa wisata sendiri belum memaksimalkan potensi yang ada. Upaya lebih jauh untuk memanfaatkan kawasan lindung ini perlu dilakukan.

Terlebih Garut juga mempunyai dua fasilitas konservasi yang terpandang di Indonesia, yaitu Pusat Konservasi Elang Kamojang dan Arboretum Cibeureum. Kedua fasilitas ini belum dioptimalkan untuk kegiatan wisata, walau memang kegiatan utama kedua fasilitas ini bukan berada pada sektor wisata, tapi fokus pada konservasi. Tugas para penyedia jasa wisata lah untuk membantu menyokong kegiatan konservasi ini dengan kegiatan wisata yang bertanggung-jawab.

Mempelajari upaya rehabilitasi Elang Jawa dan spesies elang lain yang terancam punah di Pusat Konservasi Elang Kamojang (Wisata Edukasi Garut)

Mempelajari upaya rehabilitasi Elang Jawa dan spesies elang lain yang terancam punah di Pusat Konservasi Elang Kamojang (Wisata Edukasi Garut)

Di Pusat Konservasi Elang Kamojang, kegiatan wisata edukasi dapat membantu proses rehabilitasi populasi elang yang terancam punah. Para wisatawan dapat diberi edukasi tentang upaya rehabilitasi, larangan untuk memelihara elang, serta berdonasi untuk pakan elang yang sedang direhabilitasi. Selain itu, wisatawan juga bisa melakukan penanaman pohon untuk penghijauan di daerah sekitar kawasan Cagar Alam Kamojang.

Fasilitas kedua, Arboretum Cibeureum, merupakan pusat penelitian flora, termasuk diantaranya tumbuh-tumbuhan langka, yang nantinya bisa dijadikan rujukan bagi kalangan ilmuwan baik lokal maupun mancanegara. Lokasinya yang dekat dengan danau purba, Situ Cibeureum, di Kecamatan Samarang, membuat Arboretum juga dijadikan fasilitas konservasi sumber mata air. Kedua fasilitas sumber wawasan dan inspirasi ini seolah terabaikan dari mata edukasi siswa-siswi kita.

Selain itu, edukasi sadar kawasan dan kegiatan alam bebas juga merupakan dua tema pendidikan wawasan yang harus diberikan kepada siswa. Hal ini karena banyak pelajar yang bermain di alam tanpa mengindahkan aturan dan keterampilan yang harus dimiliki. Akibatnya, banyak pelajar yang masuk ke area Cagar Alam; membahayakan diri mereka sendiri dan juga mengganggu keseimbangan ekosistem.

Menanam pohon untuk menumbuhkan kesadaran peserta wisata terhadap isu lingkungan hidup (Pusat Konservasi Elang Kamojang, Wisata Edukasi Garut, foto: Jelajah Garut)

Menanam pohon untuk menumbuhkan kesadaran peserta wisata terhadap isu lingkungan hidup (Pusat Konservasi Elang Kamojang, Wisata Edukasi Garut, foto: Jelajah Garut)

Wisata Konservasi bisa jadi solusi untuk memberikan wawasan ini kepada siswa dengan cara yang menyenangkan dan tidak intimidatif. Garut yang kaya akan kawasan lindung dan konservasi harusnya bisa menjadi Destinasi Wisata Edukasi Konservasi yang paling maju di Jawa Barat.

[collapse]

Edukasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk Energi

Wisata Edukasi Garut: Edukasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk Energi

Pemanfaatan Sumber Daya Alam adalah materi ajar yang sangat dasar bagi siswa sekolah dasar dan menengah, namun masih jarang siswa diberi pengalaman untuk melihat secara langsung upaya pemanfaatan sumber daya alam yang nyata dengan semua kompleksitasnya.

Salah satu objek yang paling baik adalah pemanfaatan sumber daya alam untuk energi, terutama listrik. Garut memiliki beberapa objek kajian pembangkit listrik yang sangat menarik untuk diperkenalkan kepada siswa, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) Kamojang dan beberapa objek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, di daerah Garut Selatan, seperti di Kecamatan Pamulihan.

Geothermal Information Center, Pusat Edukasi Geothermal, Kamojang (Wisata Edukasi Garut)

Geothermal Information Center, Pusat Edukasi Geothermal, Kamojang (Wisata Edukasi Garut)

Di kawasan Geothermal Kamojang, bahkan telah ada museum khusus untuk pengunjung yang ingin belajar tentang pembangkit listrik yang ramah lingkungan ini. Fasilitas ini harus dimanfaatkan dengan optimal oleh sistem pendidikan kita. Anak-anak di Garut Selatan juga dapat mulai mengenal upaya pemanfaatan sumber daya alam untuk listrik dari PLTMH yang ada. Mereka dapat mempelajari bagaimana kesulitan geografis dapat menyulitkan masuknya listrik ke Garut Selatan, dan bagaimana fasilitas PLTMH ini bisa menjadi solusi bagi masalah tersebut.

Kedua objek ini bisa menjadi bahan kajian siswa dalam memahami konsep-konsep fisika yang dipelajari di kelas. Selama program Wisata Edukasi Garut tersebut, para Siswa juga dapat mempelajari lebih jauh kompleksitas yang ada di fasilitas-fasilitas pembangkit listrik tersebut. Walaupun demikian, pencapaian akhir dari wisata edukasi ini adalah terbukanya wawasan siswa, terpacunya kreativitas siswa, serta sebagai sumber inspirasi siswa dalam menggapai masa depannya.

[collapse]

Edukasi Dunia Pertanian dan Perkebunan

Wisata Edukasi Garut: Edukasi Dunia Pertanian dan Perkebunan

Tidak dapat dipungkiri bahwa mayoritas penduduk Garut memiliki profesi di bidang pertanian dan perkebunan. Namun demikian, dua sektor ini selalu menjadi sektor industri yang dipandang sebelah mata. Untuk itu, para generasi muda wajib untuk mengetahui seluk beluk permasalahan dan potensi yang ada di dunia agrikultur ini.

Kopi dan Teh adalah dua komoditi yang kini dihasilkan dengan baik di Garut. Keduanya memiliki cerita sejarah tersendiri yang kini dilupakan warga Garut sendiri. Padahal cerita ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi yang akan datang. Selain itu, kedua komoditi unggulan ini juga menyimpan ilmu dan wawasan yang juga harus diturunkan kepada generasi muda. Untuk itu, wisata edukasi di dunia pertanian dan perkebunan bisa menjadi solusi untuk hal ini.

Sebenarnya siswa di Garut telah banyak berwisata ke kebun teh di Garut Selatan atau Dayeuh Manggung, namun kegiatan wisata mereka masih tidak mengandung unsur edukasi terutama tentang teh itu sendiri sebagai suatu komoditi. Begitu pula dengan kopi, dimana pelajar juga sudah mengenalnya lewat kedai-kedai kopi tempat mereka nongkrong di malam minggu, namun kegiatan tersebut belum dapat memberi wawasan dan inspirasi yang terkandung dalam kopi Garut yang mereka nikmati.

Belum lagi potensi bangkitnya komoditi Jeruk Garut yang sempat menjadi ikon Garut untuk beberapa dekade yang lalu. Kini beberapa pelaku wisata mulai kembali membangun kebun-kebun budidaya jeruk untuk keperluan wisata, selain juga para petugas di dinas perkebunan dan hortikultura yang terus berusaha mengembalikan kualitas bibit terbaik dari Jeruk Keprok Garut.

Memetik jeruk sendiri di Kebun Jeruk Eptilu, Cigedug, Cikajang. (Wisata Edukasi Garut)

Memetik jeruk sendiri di Kebun Jeruk Eptilu, Cigedug, Cikajang. (Wisata Edukasi Garut)

Selain perkebunan, Garut juga memiliki kebun-kebun Hidroponik yang sangat unik untuk dipelajari. Mengingat Garut berkembang menjadi perkotaan dengan lahan yang semakin sempit, kebun hidroponik dapat menjadi solusi bagi permasalahan lahan di Garut. Selain itu, siswa pun dapat mencoba membuat kebun mereka sendiri di lingkungan sekolah maupun di rumah mereka sendiri. Kegiatan wisata hidroponik Garut juga dapat menjadi program yang menarik.

Di bidang peternakan, Garut memiliki spesies ternak terbaik di Indonesia, yaitu Domba Garut yang telah menjadi identitas Garut itu sendiri. Ilmu dan wawasan tentang budidaya Domba Garut itu sendiri adalah bagian penting dari identitas tersebut. Upaya mendekatkan identitas ini dengan para siswa harus dilakukan, salah satu opsi menariknya adalah dengan kegiatan wisata.

Memang, sektor industri pertanian, perkebunan, dan peternakan ini kini seolah tidak menarik. Untuk itulah kegiatan wisata datang dan mengemas industri ini sehingga menjadi menarik untuk dikunjungi, selain juga kembali menjadi sumber penghasilan bagi para pelaku ekonomi di bidang ini.

[collapse]

Edukasi Budaya dan Sejarah Lokal

Wisata Edukasi Garut: Edukasi Budaya dan Sejarah Lokal

Tidak hanya alam, kekayaan budaya Garut juga sudah semestinya menjadi objek pembelajaran bagi peserta didik, khususnya di Garut. Beragam destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah, serta kesenian dan kuliner lokal yang memiliki ceritanya sendiri, seharusnya menjadi kebanggaan dan identitas tersendiri bagi warga Garut. Kegiatan wisata edukasi dapat kembali menaikkan wawasan tentang budaya dan sejarah lokal ini.

Di Candi Cangkuang misalnya, banyak warga Garut yang hanya mengeluh tentang ukuran candi yang kecil dan tidak semegah candi lainnya, tanpa mencari tahu cerita menarik di balik satu-satunya candi Hindu di Jawa Barat ini. Padahal ada cerita sejarah dan kekayaan budaya yang terkandung di destinasi ini, bagaimana sebuah candi Hindu bisa bersanding dengan makam seorang penyebar agama Islam, bagaimana masyarakat Kampung Pulo memelihara peninggalan-peninggalan sejarah tersebut, dan bagaimana candi ini bisa berada di tengah suatu danau atau situ dengan nama Cangkuang. Hal-hal tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam suatu program wisata edukasi berbasis budaya dan sejarah, terutama di daerah Garut Utara.

Candi Cangkuang, Leles, Garut, berdampingan dengan makam seorang penyebar agama islam (Wisata Edukasi Garut)

Candi Cangkuang, Leles, Garut, berdampingan dengan makam seorang penyebar agama islam (Wisata Edukasi Garut)

Di Garut Selatan, ada Kampung Adat Dukuh yang juga memiliki keunikan dalam hal falsafah hidup. Kampung Dukuh ini memegang pola budaya religi yang sangat kuat. Siswa siswi dari pesantren dapat juga berwisata ke kampung adat dukuh ini untuk mempelajari cara hidup yang berbeda dari masyarakat kampung adat ini.

Selain kampung adat, ada juga desa-desa wisata yang memiliki keunikan tersendiri. Desa Wisata Saung Ciburial, misalnya, dapat menjadi etalase budaya Garut dengan ragam daya tarik yang ada di desa wisata ini, dari mulai belajar memanen sayur, melihat pembuatan wajit, bermain permainan rakyat (kaulinan barudak), hingga melihat warga memelihara Domba Gaut. Desa wisata ini telah banyak menerima wisatawan luar, namun belum betul-betul dioptimalkan perannya dalam hal wisata edukasi untuk pelajar, terutama pelajar sekolah menengah dan mahasiswa.

Ada juga Desa Wisata Samida, di Selaawi, dengan kerajinan bambunya yang telah melanglangbuana ke seluruh dunia. Desa Wisata ini telah dikenal sebagai penghasil kerajinan bambu terbaik. Siswa yang berkunjung ke Desa Wisata ini dapat pula mempelajari bagaimana ilmu dan keterampilan ini telah membudaya di masyarakat Desa Wisata Samida ini hingga menghasilkan produk-produk kerajinan bambu yang diakui.

Dalam hal sejarah, ada Graha Liman Kencana yang memamerkan ribuan artefak peninggalan sejarah Nusantara, dari mulai sejarah zaman kerajaan dulu hingga sejarah masa kemerdekaan yang lebih kontemporer. Tempat ini tidak hanya menawarkan pembelajaran sejarah yang luar biasa banyaknya untuk wisatawan, tapi juga ditambah dengan kearifan yang dapat dipetik dari setiap peristiwa sejarah tersebut, dalam kaitannya untuk kita menghadapi masa depan.

Semua kekayaan budaya dan sejarah Garut ini semestinya bisa menjadi sumber pembelajaran bagi siswa siswi di Garut sendiri agar memiliki kesadaran akan identitasnya sendiri. Selain itu, kekayaan budaya ini juga bisa menjadi daya tarik bagi pelajar dari luar Garut sebagai wawasan dan bahan inspirasi, serta pada akhirnya menjadi penggerak ekonomi bagi warga Garut sendiri.

[collapse]

Edukasi tentang Kewirausahaan dan Ekonomi Lokal

Wisata Edukasi Garut: Kewirausahaan dan Ekonomi Lokal

Tidak semua siswa harus diarahkan pada keunggulan akademis di bidang sains, beberapa siswa memiliki keunggulan yang lain, baik hardskill maupun softskill. Siswa yang memiliki ketertarikan dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan juga dapat memiliki banyak objek pembelajaran yang menarik di Garut.

Industri Kopi Garut yang sedang naik daun bisa menjadi salah satunya. Garut memiliki tempat pengolahan industri kopi dari hulu hingga ke hilir. Pelajar dapat mempelajari bagaimana rantai pertambahan nilai (value chain) ini bekerja dalam industri kopi Garut, dari mulai kopi dipetik dari pohonnya dalam bentuk cherry, hingga disangrai, digiling, dan dihidangkan di atas meja kedai-kedai kopi dengan aromanya yang nikmat. Hal ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi siswa dan melejitkan jiwa kreativitasnya dalam berwirausaha; bahwa peluang itu masih banyak tersedia bagi mereka yang jeli.

Kopi Garut di acara Garut Coffee Experience 2017 (Wisata Edukasi Garut)

Kopi Garut di acara Garut Coffee Experience 2017 (Wisata Edukasi Garut)

Selain kopi, ada juga industri lain yang telah berdiri lebih lama, seperti Akar Wangi (minyak dan kerajinannya), Dodol Garut dan varian dodol cokelatnya, hingga kerajinan kulit. Setiap industri tersebut memiliki keunikannya tersendiri dan telah menjadi industri khas Garut yang menjadi identitas Garut itu sendiri.

Membawa peserta didik melihat secara langsung proses produksi dari bahan mentah menjadi siap jual dapat membuka wawasan dan melatih kreativitas siswa. Hal ini juga dapat menjadi penyemangat bagi siswa untuk menentukan masa depan yang ingin mereka raih.

[collapse]

Edukasi Olahraga dan Kegiatan Luar Ruang

Wisata Edukasi Garut: Olahraga dan Kegiatan Fisik

Masagi antara wawasan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan motorik; para pelajar juga harus diajak untuk melakukan kegiatan fisik yang tidak hanya baik untuk tubuh mereka, tapi juga menyenangkan. Kegiatan fisik tersebut dapat diakomodasi dengan permainan-permainan olahraga yang dapat dilakukan di Garut. Memang, olahraga itu bukan soal kegiatan kompetisi dan prestasi, tapi lebih pada kesehatan fisik dan psikis.

Salah satu kegiatan favorit yang kini digandrungi wisatawan adalah River Tubing di Sungai Cikaengan, Banjarwangi. Olahraga air ini memang sangat seru dan menyenangkan, terlebih ditambah dengan pemandangan kecamatan Banjarwangi yang didominasi dengan hamparan sawah yang indah. Siswa-siswi di Garut juga dapat mengikuti kegiatan ini karena menurut para instruktur berpengalaman di Banjarwangi, kegiatan ini sudah dapat diikuti oleh anak setidaknya pada umur 10 tahun.

Open Trip Jelajah Garut 2017 Rivertubing Banjarwangi (Paket Wisata Garut, Rivertubing Banjarwangi, Wisata Edukasi Garut)

Open Trip Jelajah Garut 2017 Rivertubing Banjarwangi (Paket Wisata Garut, Rivertubing Banjarwangi, Wisata Edukasi Garut)

Kegiatan Arung Jeram Sungai Cimanuk juga bisa diikuti oleh pelajar kelas menengah atas hingga mahasiswa. Kegiatan olahraga air ini lebih tinggi tingkat kesulitannya daripada River Tubing, karena dimainkan pada sungai yang relatif lebih besar dengan air yang lebih deras. Namun demikian, olahraga pengarungan sungai ini memiliki poin-poin pembelajaran yang sangat bagus untuk edukasi kepada para pelajar.

Di darat, ada lebih banyak pilihan kegiatan yang dapat dilakukan. Beberapa telah dilakukan oleh sekolah atau grup ekstrakulikuler, seperti berkemah dan pendakian gunung. Beberapa kegiatan lain dapat juga dilakukan seperti Outbound dan team building, Paint Ball, hingga Memanah dan berkuda. Kegiatan-kegiatan ini memang menawarkan keseruan dan kesenangan, namun para guru dapat juga memetikkan sari-sari pelajaran pada kegiatan-kegiatn ini bagi siswa mereka.

Selain mengambil kesenangan dan pengalaman dari kegiatan Wisata Edukasi Garut tersebut, siswa juga dapat menganalisis aspek keamanan dan aspek kesehatan dari kegiatan-kegiatan ini. Para siswa juga dapat meresapi bagaimana kegiatan wisata yang dilakukan telah membantu menggerakkan roda pariwisata Garut secara keseluruhan.

[collapse]

***

Pelajar dari organisasi Lingkungan Hidup SMAN 11 Garut (Paket Wisata Garut, Wisata Edukasi Garut, Study Tour Garut)

Pelajar dari organisasi Lingkungan Hidup SMAN 11 Garut (Paket Wisata Garut, Wisata Edukasi Garut, Study Tour Garut)

Semua jenis wisata edukasi yang telah diuraikan di atas masih belum dioptimalkan realisasinya. Padahal jenis wisata edukasi ini dapat menjadi sumber pasar lain yang dapat menggerakkan sektor pariwisata Garut dengan lebih cepat. Di samping itu, wisata edukasi ini memberi dampak positif bagi para pesertanya, terutama bagi para pelajar. Daya tariknya dapat menjadi magnet bagi para pelaku di bidang pendidikan dari luar Garut, yang dapat dimanfaatkan oleh para penyedia jasa wisata di Garut.

Bagi pelajar dari Garut, wisata edukasi ini dapat memberi wawasan, sumber inspirasi, melatih kreativitas, dan yang terpenting adalah, membentuk kebanggaan pada identitas tanah kelahiran sendiri. Identitas inilah yang dapat membuat budaya Garut mengakar pada diri-diri generasi muda Garut, sehingga mereka menjadi kuat diterpa globalisasi dan modernisasi.

***

Wisata Edukasi Garut: Potensi Pariwisata Yang Belum Tergali
oleh: Tim Jelajah Garut



Dukung terus Jelajah Garut melalui usaha-usaha kecil yang kita jalankan:

Jelajah Garut Merchandise | Jelajah Garut Tour Organizer | Jelajah Garut Outdoor Gear Rental

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This