Seni Lais : Kesenian Akrobatik Khas Garut

Pemain Seni Lais melakukan atraksi akrobatik diatas tali yang dihubungkan di antara kedua batang bambu tadi... Karena tingkat bahayanya itulah, kesenian Lais ini selalu mengundang decak kagum penonton.

Seni Lais adalah salah satu kesenian khas Garut yang paling terkenal. Dimainkan dengan menggunakan dua batang bambu sepanjang 12 meter sampai dengan 13 meter, seutas tali tambang, dan iringan musik dari para nayaga.

Pemain Seni Lais melakukan atraksi akrobatik diatas tali yang dihubungkan di antara kedua batang bambu tadi, dari mulai berjalan, tiduran dan bersantai, hingga membelah buah kelapa dengan goloknya. Semua ini dilakukan tanpa alat pengaman apapun. Walapun begitu, pemain Lais tidak tampak takut, malah seringkali bertingkah lucu sekaligus mendebarkan. Karena tingkat bahayanya itulah, kesenian Lais ini selalu mengundang decak kagum penonton.

Kesenian Lais merupakan salah satu kelompok seni tradisional yang diiringi oleh tabuhan reog dan seni pencak silat. Jumlah pengiring Seni Lais ini biasanya terdiri dari 8 orang diantaranya, pemegang dogdog berjumlah 4 orang, seorang pemain lawak, dan pemain terompet.

Nama Lais berasal dari seorang pemanjat pohon kelapa di masa kolonial Belanda yang bernama Laisan. Laisan berasal dari Kampung Nangka Pait, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Laisan sangat terampil memanjat pohon. Karena keahliannya, Laisan selalu ditonton masyarakat ketika memetik buah kelapa. Biasanya para penonton bersorak sembari menabuh benda yang ada disekitarnya untuk menyemangati Laisan. Karena kebiasaan inilah, para tokoh kesenian di daerah tersebut meminta agar keterampilan ini dimodifikasi untuk dipentaskan di depan khalayak ramai.

Pertunjukan Lais dilakukan dengan terlebih dahulu memancangkan dua leunjeur (batang) awi gombong (bambu berbumbung besar) di tanah serta merentangkan tali tambang pada kedua ujung bambu tersebut dengan jarak sekitar 6 meter. Tali tambang  kemudian diikatkan pada kedua ujung bambu yang dipancangkan tersebut. Kemudian tetabuhan dibunyikan sebagai pembukaan.

Pemain Lais kemudian dengan cekatan memanjat tiang bambu tersebut seperti seekor kera. Cara memanjatnya tidak dengan merapatkan tubuh ke ke batang bambu, melainkan dengan menggunakan kedua tangan dan kakinya.

Pemain Seni Lais sedang bersantai di atas tali

Pemain Seni Lais sedang bersantai di atas tali

Setelah sampai pada tali tambang yang direntangkan, Pemain Lais pun duduk di ujung bambu dengan santai dan berleha-leha. Seringkali diselipkan humor-humor percakapan antara pemain Lais dan Pawang atau pemimpin pementasan yang berada di bawah. Selain itu gerakan Pemain Lais pun seringkali mengudang tawa, seperti menelungkup pada ujung bambu dan menekankan perutnya, serta membuat gerakan seperti sedang berenang.

Pemain Lais kemudian duduk pada ujung bambu, lalu membelah kelapa muda yang dibawanya dengan golok. Ketika Pemain Lais membelah kelapa muda, yang digunakan sebagai tumpuan adalah lututnya. Air kelapa itu pun kemudian diminumnya sambil lalagedayan (berleha-leha atau berbaring dengan santai sambil bergoyang kaki) di atas tali.

Selain tingkahnya yang nyentrik, Pemain Lais juga selalu sukses membuat hati penonton berdebar-debar. Tanpa pengaman, Pemain Lais kadang membuat gerakan seperti akan terjatuh, namun dengan sigap kembali berayun pada tali. Gerakan-gerakan seperti ini akan membuat nafas kalian terhenti, Travelmate!!

***

Saat ini belum ada pementasan Seni Lais yang rutin, malah katanya hampir punah. Jadi kalau mau nonton, mesti nunggu ada event, atau langsung aja undang seniman-seniman laisnya buat perform di event kalian Travelmate. Jangan cuma ngundang artis-artis ibukota, undang juga seniman-seniman daerahnya, hehe…

Ayo kita nonton Seni Lais! Ayo kita lestarikan seni budaya daerah!



Dukung terus Jelajah Garut melalui usaha-usaha kecil yang kita jalankan:

Jelajah Garut Merchandise | Jelajah Garut Tour Organizer | Jelajah Garut Outdoor Gear Rental

  1. jamal mahyudin says:

    assalamualaikum saya jamal dari univ.indraprasta PGRI kalo mau bertanya seputar seni lias bagaimana yaa ?

Leave a Reply to jamal mahyudin Cancel Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This