Kawah Kamojang, Kawah Unik nan Nyaman di Tengah Belantara

Rimbanya masih asri terjaga. Siulan burung berlomba-lomba mengalahkan siulan kawah. Nyaman dan tertata, serta bersih dari sampah. Kalian bakal ngerasa betah berlama-lama di Kawah Kamojang ini.

Kawah yang termasuk dalam kawasan konservasi Kamojang ini secara administratif terletak di dua wilayah, sebagiannya termasuk wilayah Desa Cibeet, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, dan sebagian lagi termasuk wilayah Desa Randukurung, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Karena itu juga ada 2 akses yang dapat ditempuh jika Travelmate ingin berkunjung ke Kawah Kamojang ini. Pertama, melewati Garut dari Samarang ke arah Kamojang. Lalu yang kedua melewati Bandung ke Majalaya, Paseh, lalu Kamojang.

Dibandingkan dari kota Bandung, akses menuju Kawah Kamojang akan jauh lebih mudah dan menyenangkan lewat Garut. Selain jalan yang relatif lebih dekat dari kota Garut, Kawah Kamojang juga searah dengan banyak destinasi lainnya, seperti resort Kampung Sampireun, Kebun Mawar Situhapa, Situ Cibeureum, dan Pusat Konservasi Elang. Pemandangan yang elok juga bisa dinikmati di sepanjang perjalanan dari kota Garut menuju Kamojang.

Kawasan Konservasi Kamojang sendiri terbilang cukup luas, yaitu sekitar 8.286 ha, yang dikategorikan pada Cagar Alam dan Taman Wisata Alam. Kawasan Cagar Alam (CA) ditetapkan seluas 7.805 Ha dan sisanya sekitar 481 ha termasuk pada kategori Taman Wisata Alam (TWA) yang bisa kita kunjungi dan kita nikmati panoramanya. Saat ini daerah Kawah Kamojang dikelola oleh BKSDA Garut dan warga sekitar.

Fasilitas Kawah Kamojang juga terbilang lengkap. Sudah ada tempat parkir, mushola, toilet dan kamar mandi, serta warung-warung untuk beristirahat. Ada juga beberapa saung kecil untuk berteduh serta bangku-bangku kayu untuk beristirahat. Fasilitas ini juga didukung oleh dana CSR dari Pertamina Geothermal Kamojang. Oleh karena itu, Kawah Kamojang juga cocok untuk wisata bersama keluarga.

Kawah ini merupakan kawah yang pertama kali dibor oleh pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1926. Kedalamannya 60 meter. Jadi sudah dari dulu kawah-kawah yang berada di Kamojang ini dimanfaatkan untuk energi panas bumi, yang merupakan salah satu energi ramah lingkungan.

Sebelum masuk kawasan ini, Travelmate bakal disuguhi dengan pemandangan sebuah danau kawah yang masih aktif, yang bernama Kawah Berecek. Kemudian Travelmate bisa mengunjungi Kawah Kereta Api yang dinamai sesuai suaranya yang mirip kereta api. Gujes-gujes-gujes. Katanya kawah ini bisa menghasilkan suara yang unik lho… Cuman harus sama si Abah, yang katanya kuncen dari Kawah Kamojang.

Selain Kawah Kereta Api, ada juga Kawah Hujan yang tidak kalah uniknya. Pernah mencoba spa di alam terbuka? Nah, Travelmate harus mencoba spa di Kawah Hujan. Di Kawah Hujan ini Travelmate bisa mandi uap dari uap Kawah. Mandi uap di tempat dingin dan terbuka ini pengalaman unik yang mungkin ga akan bisa kalian temui di tempat lain. Selain itu, katanya mandi uap di sini ada khasiatnya juga lho.

Kawah Kereta Api dan Kawah Hujan merupakan kawah yang paling sering dikunjungi karena keunikannya tadi. Tapi selain kawah-kawah tadi, masih ada kawah-kawah lainnya seperti Kawah Nirwana, Kawah Manuk, Kawah Cibuliran serta Kawah Kamojang.

Kamojang sendiri berasal dari kata Mojang, yang artinya Gadis. Memang Kamojang itu cantik ibarat gadis-gadis Sunda, hehehe… Meskipun energi-nya dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, namun pengelolaan pembangkit listrik ini terhadap alam di sekitarnya terbilang sangat baik. Ini terbukti masih banyak flora dan fauna yang habitatnya masih lestari di kawasan tersebut. Selain itu, pengelolaan sampahnya juga sangat baik.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo agendakan kunjungan kalian ke Kawah Kamojang 🙂

Ingin menjelajah Kamojang lebih jauh bersama tim Jelajah Garut? Ayo agendakan trip kalian di Jelajah Garut Explore Kamojang!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This