Curug Dano : Si Kecil Terpencil di Desa Dano

SAlah satu curug tersembunyi di Garut

Curug Dano atau Curug Ciharus di Kecamatan Leles, foto Regram dari @topantipin

Curug Dano atau Curug Ciharus di Kecamatan Leles, foto Regram dari @topantipin

Curug Dano yang juga seringkali disebut sebagai Curug Ciharus, terletak di Desa Dano, Kecamatan Leles. Belum banyak orang yang tahu curug kecil satu ini. Curug ini letaknya sangat tersembunyi. Mata airnya berasal dari Gunung Gede, yaitu salah satu gunung yang bertetangga dengan Gunung Guntur. Curug ini memiliki tinggi kurang lebih 100 meter.

Bagi Travelmate yang ingin berpetualang ke curug ini, fisiknya harus dipersiapkan terlebih dahulu. Akses jalan menuju curug ini terbilang sangat jelek. Jalan–jalan bebatuan yang belum diaspal menjadi kendala saat akan menuju curug ini. Fisik yang tidak prima dapat membahayakan kalian, baik ketika trekking maupun ketika berkendara.

Berhentilah dipertigaan pasar Leles, lalu ambil jalan belokan ke kiri (jika dari Garut, ke kanan jika dari Bandung). Belum ada penunjuk jalan menuju curug ini. Satu-satunya yang bisa jadi penanda jalan adalah sebuah minimarket (Indomaret) yang terletak dekat dengan belokan. Perjalanan menuju Curug Dano ini memakan waktu kurang lebih 1 jam dari pertigaan Pasar Leles.

Meskipun jalan yang terjal berbatu, perjalanan kalian akan terobati dengan pemandangan gunung-gunung kecil yang berada di Kabupaten Garut, yang dilengkapi dengan lanskap pertanian. Perjalanan mengarungi perkebunan dan pertanian warga yang didominasi oleh tanaman tembakau sangat menyegarkan. Namun Travelmate harus tetap waspada, karena sudah cukup banyak jalur disini yang bisa menyesatkan kalian. Ini disebabkan karena tidak adanya penunjuk jalan menuju curug ini ketika trekking.

Dari kejauhan, curug mungil ini memang bisa terlihat, bahkan terlihat sangat dekat. Namun ternyata ketika ditempuh, perjalanannya lumayan menguras tenaga, sehingga perbekalan pun harus cukup agar Travelmate bisa mendapatkan tambahan tenaga.

Jalur trekking pertama hanya melewati perkebunan dan pertanian warga, namun setelahnya, Travelmate harus lebih cermat memilih jalan. Semakin bergerak menanjak menuju curug, kerapatan tumbuhan dan pohon semakin rapat dan berhati-hatilah saat melangkahkan kaki karena terdapat jurang yang tertutup oleh semak belukar. Trek menuju Curug Dano ini bakal mengingatkan kalian dengan trek Gunung Cikuray, semak belukar dan akar pepohonan. Sangat menantang.

Ketika tiba di Curug Dano ini, Travelmate bisa “nyurug” ria dan masak-memasak disana, bahkan bisa mendirikan tenda, tentu saja hanya bisa 1-2 tenda yang bisa didirikan karena terbatasnya area campingnya.

Travelmate juga bisa menikmati kesegeran air curug ini. Kesegarannya pas untuk melepaskan dahaga setelah perjalanan. Suara burung-burung dialam bebas seperti prenjak, kutilang, dan ciblek pun menambah kesunyian petualangan Travelmate di Curug Dano. Belum ada pengelola resmi disini karena curug ini memang belum menjadi destinasi wisata yang umum, jadi jangan lupa sampahnya diambil lagi ya. J

Selamat mencoba berpetualang ke Curug Dano, Travelmate!

Leave a Reply to raiirwan Cancel Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This