7 Kawasan Wisata Garut di wilayah Perum Perhutani KPH Garut

7 Kawasan Wisata Garut di wilayah Perum Perhutani KPH Garut

Dalam upaya meningkatkan pendapatan perusahaan, Perum Perhutani harus mulai mengembangkan Objek Wisata Alam berbasis konservasi. Tidak terkecuali Perum Perhutani KPH Garut yang kini mulai mencari partner swasta untuk mengembangkan destinasi-destinasi wisata potensial di bawah kawasannya.

Nah, sesuai dengan SK Nomor : 122/043.7/ejula/III Tentang  Penetapan Lokasi Objek Wisata Alam KPH Garut tanggal 29 April 2013 yang diterbitkan oleh Kepala Unit III Perum Perhutani, Ada 7 objek potensial yang mulai diproyeksikan menjadi destinasi wisata alam. Destinasi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Situ Cibeureum

Kawasan wisata Situ Cibeureum terdapat di petak 21 dan 23 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tarogong BKPH leles, lokasi tersebut dikelilingi oleh hutan alam dan hutan pinus. Dilokasi  ini terdapat 7 buah situ (danau) akan tetapi yang baru dilakukan pembukaan baru 2 lokasi situ.

Daya tarik dari Kawasan Situ Cibeureum ini adalah adanya Camping Ground, Trek Downhill Mountain Bike, dan Pemandangan Alamnya yang asri. Selain itu, di sini juga bisa dibangun sebuah ekowisata yang edukatif tentang proses sadapan getah pinus, proses pemanenan tanaman kopi, dan pembuatan persemaian kayu.

  1. Curug Teko

Curug Teko terletak di blok Gunung Papandayan. Walaupun wilayah Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan berada di bawah kawasan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA), Curug Teko berada kawasan Perum Perhutani, tepatnya di wilayah RPH Cisurupan BKPH Bayongbong. Belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan curug ini walaupun letaknya yang berdekatan dengan (TWA) Gunung Papandayan yang setiap akhir pekan disesaki pendaki.

 

Daya tarik dari Kawasan Curug Teko ini adalah adanya Curug di dekat kawasan Papandayan yang sudah lebih dahulu terkenal. Disini juga bisa dibuat perkemahan dan pemandangan alamnya yang juga masih alami. Curug Teko ini bisa menjadi destinasi alternatif atau destinasi wisata tambahan ketika berkunjung ke TWA Gunung Papandayan.

 

  1. Curug Cihanyawar

Curug Cihanyawar

Kawasan Curug Cihanjawar berada di Desa Pasir Kiara, Kecamatan Cilawu, termasuk pada RPH Cilawu BKPH Bayongbong, Lokasi ini berada di kawasan hutan pinus yang memiliki suhu dingin, karena berada di kaki gunung cikuray yang sekeliling kawasanya adalah perkebunan Teh PTPN VIII. Saat ini, Curug Cihanyawar sudah sering dikunjungi wisatawan lokal.

 

Air terjun Cihanyawar ini memang spot yang nyaman untuk berwisata bersama keluarga. Air terjunnya yang relatif kecil dapat digunakan untuk nyurug. Selain itu, pemandangan hutan pinus serta perkebunan teh yang indah dapat menyegarkan wisatawan. Makan-makan bersama keluarga sembari ditemani suara air terjun dan pemandangan yang elok adalah daya tarik utama kawasan wisata ini.

 

 

 

  1. Makam Keramat Linggaratu

Makam Linggaratu

 

Makam Keramat Linggaratu memiliki daya tarik tersendiri, sehingga banyak yang mengunjunginya secara rutin, terutama mereka yang meminati wisata ziarah. Makam ini terletak di Kampung Babakan Sukasirnam Desa Sindang Palay, Kecamatan Karangpawitan. Kawasan ini berada diketinggian sehingga memiliki kontur yang cukup terjal yang disekelilingnya terdapat hutan alam dan hutan pinus Kawasan ini berada di RPH Karangpawitan BKPH Cibatu.

 

Makam Linggaratu dipercaya sebagai makam leluhur yang menyebarkan agama Islam, yaitu makam Prabu Kingking, yang merupakan nenek moyang dari penduduk bukit Linggaratu. Menurut sumber sejarah dan informasi yang lain, tempat ini merupakan tempat persinggahan raja Galuh. Makam ini diperkirakan telah berusia kurang lebih 13 abad.

 

Kata Linggaratu sendiri memiliki makna gugusan/hamparan batu (Lingga berarti batu dan Ratu yang berarti gugusan/hamparan). Oleh karena itu di Makam Linggaratu banyak terdapat gugusan/hamparan batu-batu besar yang tersusun unik dan berbentuk tumpukan batu-batu besar yang menjulang tinggi dan menarik.

 

  1. Rest Area Cijotang

Kawasan Rest Area Cijotang berada dekat dengan kawasan wisata Curug Orok, dan berada di area RPH Tilu Geder BKPH Sumadra. Curug Orok sendiri sebenarnya terletak di kawasan PT Perkebunan Nusantara, namun Rest Area Cijotang ini sudah masuk wilayah Perhutani. Tempatnya terletak di bawah tegakan atau pohon rasamala, serta berbatasan langsung dengan perkebunan teh. Lokasinya berada di pinggir jalan raya sehingga dapat dengan mudah di tempuh. Selain itu, lokasi ini bisa dijadikan tempat istirahat bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke pantai Rancabuaya via Bungbulang.

 

Daya tarik utama dari Rest Area Cijotang adalah Kawasan ini dipersiapkan untuk menjadi Rest Area. Udara di sini sejuk karena terletak di lereng Gunung Papandayan. Selain itu, di sini juga dibuat area bumi perkemahan. Beberapa sekolah di Garut sering mengadakan acara perkemahan di sini.

 

  1. Curug Sanghyang Taraje

Curug Sanghyang Taraje

Curug Sanghyang Taraje memiliki ketinggian kurang lebih 70 meter dan merupakan curug terbesar di Garut. Curug ini memiliki air yang jernih, sehingga memiliki daya tarik khusus. Selain itu, debit airnya juga hampir tidak pernah menurun bahkan di musim kemarau. Bentuknya yang menyerupai tangga menjadi asal penamaan curug ini. Taraje berarti tangga dan Sanghyang berarti Surga atau Alam Kahyangan, seringkali dikaitkan dengan cerita rakyat dimana Sangkuriang pergi mengambil bintang untuk Dayang Sumbi dengan menaiki air terjun ini.

 

Kawasan ini dikelilingi oleh hutan alam heterogen yang memiliki keasrian yang alami. Flora dan fauna di kawasan ini pun masih terjaga kelestariannya. Selain itu, pemandangan alamnya juga tidak kalah indahnya. Terletak di desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, secara resmi kawasan ini berada di RPH Halimun BKPH Sumadra.

 

  1. Situ Cikabuyutan

 

Situ Cikabuyutan atau seringkali disebut Situ Kabuyutan adalah sebuah danau alami yang terletak di perbatasan Kecamatan Bungbulang dan Pakenjeng, secara resmi berada di bawah RPH Nangkaruka BKPH Bungbulang. Situ alami ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung. Selain itu daya tarik lainnya adalah hamparan pohon pinus yang mengelilingi situ tersebut.

Situ Kabuyutan via Dya Iganov

 

Selain pemandangan alam, Situ ini juga dapat menarik perhatian wisatawan yang memiliki hobi memancing. Di Situ Cikabuyutan, para pengunjung diperbolehkan melakukan kegiatan pemancingan. Ikan disini katanya besar-besar lho, karena memang situ alami yang cukup luas ini cocok untuk habitat ikan air tawar dengan ukuran besar.

 

 

 

***

Nah, pariwisata memang bukan fokus utama dari Perum Perhutani, sehingga kawasan-kawasan ini memang belum dikelola secara optimal. Oleh karena itu, saat ini Perum Perhutani KPH Garut tengah berusaha mencari partner dari sektor swasta untuk mengelola kawasan-kawasan tersebut. Beberapa dari kawasan tersebut mulai berbenah, seperti Situ Cibeureum dan Curug Teko di Papandayan. Selain itu masih ada Gunung Cikuray yang masuk di kawasan Perum Perhutani, namun belum dikategorikan sebagai tempat wisata.

Buat Travelmate yang berjiwa penjelajah, kalian harus jelajahi tempat-tempat ini sebelum nanti jadi tempat wisata beneran 🙂

Leave a Reply to Abdie Cancel Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This